Join The Community

Premium WordPress Themes

Saturday, June 11, 2011

Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

Penjelasan Singkat

NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) merupakan layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara nasional yang dikelola oleh Bagian Sistem Informasi Biro Perencanaan Kemdiknas yang merupakan bagian dari program Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional. Layanan NISN menerapkan sistem komputerisasi yang terpusat dan online untuk pengelolaan nomor induk siswa skala nasional sesuai Standar Pengkodean yang telah ditentukan. Setiap siswa yang terdaftar pada Layanan NISN akan diberi kode pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standar dan berlaku sepanjang masa yang membedakan satu siswa dengan siswa lainnya di seluruh sekolah se-Indonesia. Mekanisme penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut prosesnya dilakukan secara otomatis oleh mesin komputer pada Pusat Layanan NISN. Penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut berdasarkan pengajuan atau masukan (entry) sumber data siswa yang telah divalidasi/diverifikasi oleh setiap sekolah dan atau Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten secara online melalui web operator. Hasil dari proses pemberian kode identifikasi oleh Pusat Sistem NISN tersebut ditampilkan secara terbuka dalam batasan tertentu melalui situs NISN (http://nisn.jardiknas.org).
Tujuan dan Manfaat
  1. Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan.
  2. Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Kemdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini.
  3. Sebagai sistem pendukung program Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan program pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa.

Sumber:  http://nisn.dapodik.org/konten.php?data=tentang

Kelengkapan Ujian Semester

Dalam dunia pendidikan sudah barang tentu kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Ujian Semester ataupun Ujian Sekolah. Untuk kelancaran berlangsungnya kegiatan tersebut, tentu ada dokumen-dokumen yang harus disiapkan. Bagi yang sudah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan, mungkin sudah tahu betul untuk kelengkapan-kelangkapan yang harus disiapkan. Namun bagi yang belum atau misalnya untuk sekolah yang baru akan mengadakan Ujian Semester, mungkin butuh daftar kelengkapan yang harus disiapkan. Maka dari itu dalam catatan kali ini penulis ingin sedikit berbagi tentang kelengkapan-kelengkapan apa saja yang harus disiapkan. Berikut ini daftar yang harus disiapkan:
  1. Surat Tugas Kepanitiaan (Jangan lupa untuk pencatatan, tanda terima, dan arsipnya),
  2. Job Description atau Uraian Pekerjaan per penanggung jawab,
  3. Kisi-kisi dan Soal (Jika soal dibuat sendiri oleh guru mapel),
  4. Lembar Jawaban
  5. Jadwal Pelaksanaan,
  6. Jadwal Pengawas,
  7. Kartu Peserta,
  8. Kartu Panitia,
  9. Tata Tertib Peserta,
  10. Tata Tertib Pengawas Ruang,
  11. Daftar Hadir Peserta,
  12. Daftar Hadir Panitia,
  13. Berita Acara Pelaksanaan,
  14. Lembar Analisis Butir
  15. Leger Nilai / Buku Daftar Nilai Siswa
Demikian dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk Ujian Semester. Jika ada yang kurang atau kurang lengkap, selanjutnya akan kami lengkapi. Bagi yang akan melaksanakan Ujian Semester, semoga kegiatanya dapat berjalan dengan lancar serta peserta didik bisa mendapatkan hasil yang memuaskan seperti yang diharapkan. Amin.

Thursday, June 9, 2011

Macam Tipe Kantor + Kelebihan dan Kekurangannya

Berikut ini ada beberapa contoh dari tipe-tipe kantor, beserta kelebihan dan kekurangan dari setiap tipe kantor.

A. Tipe Kantor berkamar (ruangan untuk bekerja yang dipisahkan atau dibagi dalam kamar-kamar kerja)
Kelebihan:
1. Konstentrasi kerja lebih baik.
2. Pekerjaan yang bersifat rahasia, dapat lebih terjamin.
3. Lebih terkesan kewibawaanya.
4. Kelengkapan alat-alat kantor lebih terjaga.
5. Tidak bising karena di ruangan tertutup.

Kekurangan:
1. Komunikasi antar pegawai kurang efektif dan terkesan individualis,
2. Biaya pengadaan ruangan relatif lebih besar karena ruangan perorangan,
3. Pengawasan jadi lebih sulit (kecuali jika ada cctv)

B. Tipe Kantor Terbuka (ruangan besar untuk bekerja yang ditempati oleh beberapa pegawai yang bekerja bersama-sama diruangan terebut)
 Kelebihan:
1. Komunikasi antar pegawai lebih efektif karena serting bertap muka,
2. Mempermudah dalam hal pengawasan,
3. Biaya relatif lebih sedikit karena tidak membutuhkan banyak ruangan serta dapat berbagi alat-alat kerja antara pegawai,
4. Ruangan jadi lebih luas dan tidak pengap,
5. Bisa menambah keakraban serta pegawai.
6. Kebersamaan dan kekompakan pegawai bisa lebih terlihat.

Kekurangan:
1. Risiko timbulnya kegaduahan atau kebisingan pegawai lebih besar sehingga sangat dimungkinkan sekali tingkat konsentrasi pegawai jadi berkurang.
2. Jika ada pekerjaan yang bersifat rahasia kurang bisa terjaga.

C. Tipe kantor berpanorama (ruangan kerja dengan pemandangan alam terbuka).
Kelebihan:
1. Kantor jadi terlihat lebih segar karena pemandangan yang hijau.
2. Kepengapan kantor bisa diminimalisir dengan suplai oksigen dari udara sekitar.
3. Jika terjadi sesuatu (misalnya kebakaran), akses keluar jadi lebih cepat.
4. Tidak membutuhkan lampu dengan pencahayaan yang tinggi, karena sudah terbantu dengan cahaya diluar ruangan.

Kekurangan:
1. Keadaan cuaca ikut mempengaruhi kinerja. Misalnya saat hujan yang disertai petir, otomatis dapat mengurangi tingkat konsentrasi pegawai.
2. Biaya perawatan juga bertambah, karena tidak hanya di dalam ruangan saja tetapi juga dil luar ruangan.
3. Konsentrasi juga bisa berkurang jika ada sesuatu di luar ruangan.
4. Tipe kantor seprti ini juga masih jarang yang menggunakannya.

Wednesday, June 8, 2011

Syarat-syarat Surat yang Baik

Surat dikatakan baik yaitu apabila dalam penulisannya sudah sesuai dengan kaidah-kaidah dalam penulisan surat. Selain dari pemilihan bahasa, bentuk dan tulisan surat itu sendiri, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain:
1. Jelas
Jelas disini berarti: tulisan mudah dibaca dan mudah pahami baik dari identitas si pengirim surat, nama dan alamat yang dituju, serta dari isi surat itu sendiri

2. Benar
Benar disini berarti: isi dari surat tersebut memang benar maksud dan tujuannya (tidak untuk iseng), serta menggunakan kosa kata yang baku.
3. Sopan
Sopan disini berarti: menggunakan bahasa yang tidak hanya baku tetapi juga memiliki sopan santun.
4. Singkat/tidak terlalu bertele-tele
Singkat disini bukan berarti penulisan katanya yang harus disingkat-singkat, tetapi menggunakan bahasa yang efektif sehingga surat tidak terlalu panjang lebar.
5. Lengkap
Lengkap disini berarti: Maksud dan tujuan sudah terwakilkan atau tertuang semua dalam surat.
6. Menarik
Menari disini bukan berarti harus menggunakan kosa kata seperti pada iklan-ikan yang sering kita jumpai. Tetapi, kertas dan sampul surat harus serasi, bersih dan rapi sehingga enak dipandang dan dibaca.

Monday, June 6, 2011

SKHUN SEMENTARA

Sehubungan dengan blangko SKHUN sampai saat ini belum kami terima, untuk mengantisipasi siswa kita yang ingin mendaftarkan ke SMA/SMK, termasuk yang ingin pindah ke daerah, untuk itu sekolah bisa mencetak SKHUN Sementara dari web ini, di menu report - SKHUN Sementara. (setelah dibuka filenya simpan terlebih dahulu dengan ms word, kemudian buka file tersebut dan agar hasil cetak nya bagus klik menu View ---> Print Layout). Terima kasih.

sumber: http://smpdki.info/index.aspx

Popular Posts